Jujur saja:
INDUSTRI INI SEDIKIT 'SAKIT'.
Kami di sini bukan untuk menghancurkan industri pendidikan teknologi. Kami di sini untuk membangun fondasi bagi mereka yang selama ini tidak sanggup membayar "tiket masuk" yang tidak masuk akal. Agar suatu hari nanti, mereka bisa menjadi aset terbaik bagi ekosistem teknologi Indonesia.
Bahrul Rozak
Founder & Software Engineer
FAKTA YANG SERING
KITA ABAIKAN.
Mari bicara jujur. Talenta itu tersebar merata di seluruh Indonesia, dari kota besar hingga pelosok desa. Tapi kesempatan? Sangat tidak merata.
Saya melihat banyak anak muda brilian yang akhirnya menyerah. Bukan karena mereka tidak mampu belajar, tapi karena mereka tidak mampu membayar Rp 10.000.000 hingga Rp 20.000.000 hanya untuk mengakses materi yang 80%-nya sebenarnya adalah dokumentasi resmi yang tersedia gratis di internet.
Ini bukan pendidikan. Ini adalah komodifikasi atas keputusasaan. Dan saya bertanya: apakah adil jika masa depan seseorang ditentukan oleh isi dompetnya, bukan oleh seberapa keras dia berusaha?
"Jawabannya: Tidak. Dan itulah kenapa Agorademy ada. Kami menolak normalisasi baru ini."
KAMI TIDAK DATANG MEMINTA.
KAMI DATANG MENAWARKAN SOLUSI.
Agorademy adalah ekosistem. Dan ekosistem yang sehat membutuhkan simbiosis mutualisme. Berikut adalah cara konkret kita bisa tumbuh bersama:
SIAPA YANG UNTUNG?
JAWABANNYA: KITA SEMUA.
Bagi Bisnis & Industri
- Biaya Rekrutmen Turun: Mendapatkan kandidat yang sudah ter-filter dan punya dasar teknis solid.
- Brand Loyalty: Membangun cinta merek sejak dini di hati calon developer masa depan.
- Ekosistem Kuat: Semakin banyak developer yang menguasai stack Anda, semakin kuat produk Anda di pasar.
Bagi Para Talent
- Akses Setara: Kesempatan belajar skill tingkat tinggi tanpa terhalang biaya yang mencekik.
- Jalur Karir Jelas: Langsung terhubung dengan perusahaan yang memang mencari talenta seperti mereka.
- Portofolio Nyata: Belajar dengan studi kasus industri, bukan sekadar teori usang.
Bagi Investor & Mitra
- Dampak Terukur (ESG): Kontribusi nyata terhadap SDG 4 yang dapat dilaporkan dalam sustainability report.
- Model Berkelanjutan: Bukan sekadar donasi, tapi investasi pada ekosistem yang akan memberikan compounding return.
- First-Mover Advantage: Menjadi bagian dari gerakan pendidikan teknologi terbesar yang inklusif di Indonesia.
ANGKA TIDAK PERNAH
BOHONG.
Kami tidak berbicara berdasarkan asumsi. Ini adalah realita lapangan yang membuat model "gratis tapi berkualitas" ini sangat dibutuhkan.
Biaya Bootcamp vs Gaji UMR
Perbandingan harga kursus premium dengan gaji minimum Jakarta (dalam Juta Rupiah).
Komposisi Materi "Premium"
Fakta: Mayoritas materi kursus mahal sebenarnya tersedia gratis di internet.
Hambatan Perekrutan Talenta Tech
Alasan utama perusahaan kesulitan merekrut fresh graduate IT, berdasarkan agregasi laporan industri.
*Sumber: Agregasi data "Skills Gap Report" dari platform HR Tech terkemuka di Indonesia (Kalibrr, JobStreet) & pernyataan kebutuhan 9 Juta Talenta Digital oleh Kementerian Kominfo RI (2023-2024).
"Saya tidak membangun Agorademy untuk menjadi kaya.
Saya membangunnya karena saya muak melihat potensi anak bangsa terbuang hanya karena mereka tidak punya uang."
Indonesia ini besar. Dari Sabang sampai Merauke, ada jutaan anak muda yang matanya berbinar ingin belajar coding, data, atau desain. Tapi mereka mentok di pagar bernama "biaya".
Kita sering bicara tentang gotong royong. Tapi gotong royong bukan sekadar slogan di dinding balai desa. Gotong royong adalah ketika yang punya akses, membukakan pintu untuk yang tidak punya. Ketika yang sudah berhasil, uluran tangannya tidak hanya untuk memamerkan kesuksesan, tapi untuk menarik yang lain naik bersama.
Agorademy adalah wujud gotong royong era digital. Kami menyediakan tanahnya, benihnya, dan airnya. Tapi kami tidak bisa menanam ribuan pohon sendirian. Kami butuh Anda.
Mari berdiri sama rendah, duduk sama tinggi. Mari perbaiki ekosistem ini, bersama-sama.
Bahrul Rozak
TUGAS INI TERLALU BESAR
UNTUK DILAKUKAN SENDIRI.
Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pemilik bootcamp, penyedia kursus premium, perusahaan teknologi, dan investor yang punya visi sama: Memperbesar kue, bukan berebut remah-remahnya.